Mangaka Gakuen Noise menduga manga mereka diplagiat Kill la Kill

Sekarang ini, anime Kill la Kill laku keras dengan setting sekolahnya dan sistem perangnya. Tapi, di balik laku keras itu semua, malah beberapa kalangan di komunitas daring di Jepang menganggap itu sebagai hal yang tidak baru lagi.

Lebih dari sepuluh tahun yang lalu, sebenarnya sudah ada duo tim yang membuat karya dengan konsep yang sama. Mereka adalah Hiroyuki Ooshima dan Daisuke Ihara, membuat manga berjudul Gakuen Noise yang terbid di majalah komik Monthly Zero Sum.

Sekarang ini, Ooshima-san sudah banting setir ke industri perkomikan di Perancis, tapi para fans sudah menunjukkan beberapa kesamaan antara Gakuen Noise dengan Kill la Kill. Mulai dari setting tempat, tokoh, latar sosial, sampai kehadiran seorang murid pindahan yang sama-sama keras kepala dan menentang peraturan sekolah. Dua-duanya sama-sama bercerita tentang aksi penentangan dengan OSIS.

gakuennoise

Walaupun Ooshima-san sudah tinggal di Perancis, tapi beberapa temannya mengingatkan tentang kontroversi ini dan juga memberitahukannya trailer Kill la Kill. Tentunya beliau merasa tidak senang dengan ini, setidaknya begitu. Di postingan nya pada tanggal 31 Desember sebelumnya, dia mengatakan pengalaman traumatiknya kembali muncul sampai hari sebelumnya. Dia juga mengatakan, bahwa kejadian ini bukan pertama kalinya. Sudah banyak karya yang terinspirasi dari karyanya, tapi dia bilang “karya mereka sebenarnya orisinil dan enggak bisa disamakan dengan Kill la Kill, dan saya juga enggak kepikiran untuk mengeluhkan masalah ini kepada mereka.”

Ooshima-san juga membandingkan kontroversi dengan kontroversi dari Kimba – Lion King dan mengklaim bahwa sebenarnya di situ lebih banyak lagi kesamaan yang dapat ditemukan. Dia berpikir bahwa para animator mengira mereka akan baik-baik saja dengan itu karena sekarang ini dia tinggal di tempat yang jauh dan mungkin saja karya aslinya terbiarkan. Beliau menuduh para animator karena merasa kehilangan ide dan akal pikiran, dan membayangkan bagaimana bisa Kill la Kill bisa dianggap sebagai sebuah karya.

Di luar itu, Daisuke Ihara yang juga merupakan kreator Gakuen Noise, mempunyai reaksi yang jauh berbeda. Ia mengatakannya dengan perasaan senang, dan walaupun ia melihat banyak sekali kesamaan dengan Kill la Kill, tapi dia bilang bahwa itu “bukan plagiat. Plagiat itu kalau benar-benar menjiplak gambar dan meniru jalan cerita secara keseluruhan.” Dia menunjukkan bahwa cerita Kill la Kill berbeda dan juga mempunyai arah yang berbeda daripada jalan cerita yang ia katakan mirip dengan Gurren-Laggan.

Malah, akhir-akhir ini, Ihara terlibat dalam pembuatan manga berjudul Akuto – ACT -, dan menunjukkan juga beberapa kesamaan dengan Kill la Kill, seperti berubah pakaian. Di manganya tampil tokoh utama yang sedang mencari kebenaran di balik kematian temannya. Ihara juga memposting gambar ini, yang merupakan karakter dari manganya bernama An Haritsuka, seorang anak waria:

20130731000355

Yang kalau dibandingkan, mirip dengan Nui Harime dari Kill la Kill:

20140102122437

“Pokoknya, kalau orang di Internet bilang, dia berubah dari seorang perempuan menjadi seorang lelaki, saya rasa tim kreatif produksi anime Kill la Kill mengambil referensi dari manga lama kita, seperti Otoko-gumi dan Blazing Transfer Student.” Dia bilang seperti itu, dan enggak ada satupun orang yang protes dengannya.

via ANN

Iklan

Komentarmu?

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s